Daging kurban, layak kah “kita” menerimanya ??

9 Dec 2008

Tanggal 8 Desember 2008 ini bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah 1429 H dimana seluruh umat muslim di indonesia dan di dunia melaksanakan ibadah kurban. Sementara, para jemaah haji dari seluruh negara sedang berkumpul di padang arafah untuk melakukan wukuf sebagai puncak dari seluruh kegiatan yg harus dilakukan oleh jemaah haji.

10 Dzulhijah dikenal oleh umat muslim di seluruh belahan bumi ini sebagai hari RAYA IEDUL ADHA atau sebagai Iedul Kurban. Di indonesia sendiri penyebutannya beragam, ada juga yg menyebutnya sebagai Lebaran Haji.

Ibadah ini dimulai ketika jaman Nabi Ibrahim A.S. dan putranya Nabi Ismail A.S. Baik Ibadah ber-Kurban maupun ber-Haji…

Ooopppsss…disini aku ga akan menceritakan ttg kisah Nabi Ibrahim dan putranya atau ttg kegiatan ibadah Haji…Kalau anda berniat untuk mencari tahu ttg kisah-kisah tersebut, silahkan anda bertanya kepada yg lebih mengerti (Ulama, Ustadz, dll) atau kalo anda lebih mempercayai senang bertanya sama om Google, aku persilahkan…(klik disini untuk search kisah Nabi Ismail A.S. dgn tag “nabi ismail”)

Sobat blogger en blogwalker, terutama yg muslim, berkurban kah anda kemaren ?? ataukah hanya menerima daging kurban yg dibagikan oleh panitia kurban ??

Aku sendiri saat ini “belum bisa” berkurban, jadi “mungkin” aku termasuk ke dalam orang-orang yg menerima kurban, dua kali pintu rumahku diketuk oleh panitia kurban yg sedang membagikan daging kurban ke setiap rumah di komplek perumahan sederhana.

Sesaat hatiku ragu, apakah aku harus menerima ataukah menolaknya….Namun, akhirnya kuputuskan untuk menerimanya, walaupun dengan hati ragu…Dan atas sepersetujuan sang istri, kita sepakat untuk memberikan daging tersebut bagi tetangga yg memang lebih membutuhkan.

Aku teringat ama Yu Timah. Kisahnya mungkin telah dibaca oleh semua orang, baik yg punya e-mail maupun yg tidak. Kisah Yu Timah mengalir dari e-mail ke e-mail lainnya..Kisah yg akan menggugah setiap insan yg saat ini “belum bisa” untuk melaksanakan kurban…

Tapi, aku ga akan menceritakan ttg kisah Yu Timah ini, anda mungkin sudah pernah membacanya, atau bagi anda yg belum sempat membacanya, anda bisa mencarinya sendiri di google atau klik nama Yu Timah untuk mempercepat masuk ke mesin pencarian.

Yg ingin aku bahas disini adalah..layakkah “kita” menerima daging kurban

Kalo menurut aku, sebenarnya aku sudah selayaknya untuk melaksanakan kurban, dari segi fisik & finansial mungkin aku lebih beruntung dari Yu Timah, kerja di kantoran, setiap bulan UMR sudah pasti diterima, ditambah lagi lemburan yg bisa menambah lebih dari apa yg didapatkan Yu Timah setiap bulannya. Tapi…..entah kenapa aku masih belum bisa mengikuti jejak Yu Timah, ini tahun yg kedua aku membaca kisah Yu Timah, tapi tetep aja aku masih belum bisa mengikuti apa yg sudah dilakukan oleh Yu Timah….Dari mulai menabung sedikit demi sedikit sampai akhirnya bisa membeli seekor kambing untuk berkurban….Sementara aku, setiap bulan ga pernah tersisa uang sedikit pun untuk ditabungkan…pasti habis untuk keperluan-keperluan lain…

Ya Allah Ya Rabb, berikanlah kelapangan hati ini supaya bisa mengikuti apa yg di contohkan oleh Nabi dan Rasul serta para pengikut-Mu….Amin…

Aku yakin, setiap blogger dan blogwalker disini mempunyai kesempatan untuk bisa merasakan daging setiap bulannya, bahkan mungkin setiap minggunya anda akan makan disertai dengan daging sebagai lauk pauknya….(Lain cerita kalo anda seorang vegetarian)

Masih banyak orang diluar sana yg untuk makan saja sudah susah apalagi makan dengan daging, untuk berharap saja mungkin mereka harus berpikir berulang-ulang. Di benak mereka yg penting makan dulu, soal lauk pauknya dipikirkan belakangan.

Alangkah baiknya, merekalah yg terlebih dahulu mendapatkan bagian daging kurban tersebut..kalaupun masih ada sisa, dibagikan lagi buat mereka….

Kalau anda merasa saat berkurban bingung untuk menyalurkannya, aku yakin banyak badan atau lembaga yg secara independent bersedia untuk menyalurkan daging kurban. Sehingga kurban anda akan tepat sasaran dan tepat guna….

Finally, Aku sering bertanya-tanya dalam hati. Sebenarnya layak ga sih kalo kita menerima daging kurban…?? Apakah wajar kalo kita menerima daging kurban ?? Karena aku yakin ga hanya di kompleks perumahan sederhana aja yg mendapat bagian daging kurban tapi di setiap perumahan manapun pasti akan mendapatkan bagian daging kurban..(Tapi kalo di perumahan elit mungkin engga kali ya…???)

Nah, Sobat blogger dan blogwalker sekalian, aku pengen nanya nih…Apakah tahun ini anda berkurban ataukah menerima daging kurban ?? Bagaimana pendapat anda tentang menerima daging kurban sementara anda sendiri masih bisa dan masih sanggup untuk makan daging tanpa menerima bagian daging kurban ??

Di share ya sob…!!

KEEP SMILE & ALWAYS BE HAPPY


TAGS Iedul adha daging kurban yu timah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post